Jejak Langkahku di Tinabo Takabonarete



Jejak Langkahku di Tinabo Takabonarete
21 – 26 april 2017


Walau sudah beberapa kali bepergian tapi ini pertama kalinya saya menulis 😩😩😩 & ini juga pertama kalinya saya bepergian sendirian dengan sistem sharecost. Jadi saya sangat menantikan kepergian ke tinabo ini😆😆😆.
Yos, sebelum kita mulai cerita ada baiknya saya bahas sedikit tentang tinabo. Tinabo berada di Sulawesi selatan, yes di Makassar tapi di salah satu pulau kecilnya, jadi dari Makassar kita harus naik  ✈ lagi ke selayar. Eitssss perjalanan belum berakhir 😝😝😝, setelah naik kita masih harus naik 🚤 & terombang ambing di tengah laut dengan 🚤 selama 6 jam😵😵😵. Hmmm, perjalanan yang sangat sangat sangat menantang ya 😏😏😏. Sayangnya pendidikan disana masih kurang, sekolah di pulau tinabo dan sekitarnya hanya ada pendidikan sampai SMP belum ada SMA😩😩😩.              
Di tinabo sendiri saat saya kesana ternyata disana sudah tidak ada penduduk aslinya, jadi penduduk yang ada disana yaitu orang-orang sewaan dari pulau sekitar. Jadi kondisi rumah-rumah penduduk di pulau tinabo layak huni tapi kurang terawat & sayangnya tidak ada kamar mandi umum.oh ya satu lagi, listrik nyala hanya ½ hari (jadi siang mati, malam nyala).
Schedule keberangkatan saya ke tinabo seharusnya  21 – 25 april tapi beberapa teman-teman ada yang berencana pergi ke toraja & ramang-ramang jadi butuh waktu 2 hari lebih lama karena kedua arah tempat tersebut berjauhan (berlawanan arah).Karena saya cuma dapat cuti 2 hari, jadi hanya bisa dipakai untuk jalan-jalan di Makassar sehingga saya berangkat tanggal 21 – 26 april 2017.
Perjalanan saya kali ini sistem sharecost jadi harganya relative murah. Kita ada 18 orang perorang Rp.1.128.025
Sudah all in biaya di tinabo kecuali :
©       2 tiket pesawat PP
1.       Jakarta (CGK) – Makssar (UPG) PP
2.      Makassar (UPG) -  Selayar (YKR) PP (hanya wing airlines, perjalanan 45 menit)
Berhubung perjalan dari Makassar ke selayar 1 minggu 2 kali selasa & sabtu, tanggal perjalanan pasti menyesuaikan dengan jadwal penerbangan tersebut.
©       Alat snorkeling (Masker Rp.15.000, Fins Rp.20.000, Snorkel Rp.10.000)
©       air tambahan ya (1 galon Rp.25.000), karena disana masih sangat susah air.
Tapi saya sangat recommend untuk guidenya yaitu mas Rahman 👲 karena sangat baik & sangat membantu sekali.
Note : harga yang tercantum mungkin bisa berubah.

Tanggal 21 april 2017 😄 , Jumat H-1
Hari keberangkatan di longweekend (pasti macet banget😒😒), & kebetulan gak dapat izin pulang cepet dari kantor.hufffftttt, tegang deh takut ketinggalan pesawat 😓😓.
Untung di citilink ada fasilitas cek in online, jadi saya cek-in online  terlebih dahulu. Antisipasi kalau-kalau sampe bandara pas-pasan. Akhirnya sampe bandara terminal 2b jam 19.30 😂. Alhamdulillah masih sempet makan.setelah itu saya boarding & landing di Makassar jam 01.30 (perbedaan waktu Jakarta – Makassar 1 jam).

Tanggal 22 april 2017, Sabtu Hari ke-1
Sesampainya di Makassar langsung cari temen-temen, setelah kita berrkumpul kita cari tempat istirahat untuk keberangkatan nanti pagi (jadi gak mandi dari kemaren dan parahnya dari pulang kerja & sampe besoknya). Kebetulan waktu itu kita istirahat di depan gate check in setelah mendekati waktu keberangkatan ke selayar kita baru chek in. Dan ternyata di check in room Makassar itu ada shower room 😠😠😠 (OMG, tau gt qt nunggu disinikan bisa sambil mandi huffft).
Note : Letak shower room itu setelah foodcourd dekat gate 5.
Akhirnya kita naikl pesawat sampe di selayar jam 10an & yang wajib kalian lakuin itu setelah sampai langsung minta print tiket pulang ke makssar (kalo yang gak punya hardcopynya, karena kalo ada pejabat atau orang penting yang datang terus mau terbang ke Makassar bisa pake bangku pesawat yang ada walaupun udah di booking).
Kita lanjut perjalan ke pattumbukang naik mobil + 1jam, untungnya mas Rahman baik (guide kita) jadi kita berenti dulu di warung untuk sarapan (sepuasnya lohhhh gak bayar lagi alias di bayarin mas Rahman😃😃👍👍) setelah itu kita lanjut dan sampai pattumbukang (disini udah gak ada sinyal 😩😩) kita langsung pindah ke perahu. Perjalanan kita naek perahu + 6 jam.
Kondisi perahu :
Bagian Bawah :
Ada mesin (pasti lebih panas & berisik ya😡😠, siapin penyumbat kuping kalo mau di bawah).
Bagian Atas :
Ada 3 bagian : Bagian depan, tengah & belakang.
Bagian depan & belakang tidak pakai terpal, jadi bagian tengah saja yang pakai terpal.

Keseluruhan

Bagian Tengah

 Kebetulan saya berangkat dari pattumbukang ke tinabo (siang hari) & kembali ke pattumbukang (tengah malam) selalu dibawah 😜😜 & ombak terasa di awal perjalan 1-2jam pertama dari pattumbukang ke tinabo.
Sesampainya di tinabo saya terpesona, luuuaaar biasa indah, saya agak kaget karena air lautnya tenang sekali. Niatnya sesampainya di tinabo, saya mau mandi (udah lengket banget ya) tapi ternyata airnya mati 😠😠, jadi ada yang mandi dengan beli air tawar (harus pesen dulu) cukup untuk 1X mandi. Sebagian lagi (cowo-cowo) mandi di sumur.
Kita tinggal di 1 homestay dengan 3 kamar & 1 kamar mandi. Tapi karena kurang jadi yang cewe-cewe tidur di dalam homestay, cowo-cowo tidur di depan homestay (tenda) & kita dikasih 1 galon air tawar buat sama-sama. Ooh ya di pulau tinabo ini baru ½ pulau yang bisa di eksplore, ½ pulaunya lagi masih hutan (kosong belum ada pembangunan apapun).
Note : Pesen air galon ke warga yang punya warung/belakang rumah makan (hanya ada 1 warung) langsung bilang saja nanti disediakan & mandi dikamar mandi dekat situ.

Tanggal 23 april 2017, Minggu,Hari ke-2
Hari ini kita seharian di laut, setiap mata memandang itu indah, karangnya, ikannya, semuanya indah 😃😃😄





Dan yang baru saya sadari ternyata disana itu langit terasa dekat sekali,jadi keluar rumah langsung terpampang hamparan langit & berhubung saya sangat suka bintang jadi saat malam adalah favorit saya karena bisa lihat taburan bintang di langit (seperti kita lagi di atas gunung) 😄😄❤ (subhanallah), lebih bagus kalau lihatnya di deket dermaga😂😂❤. Setelah sampai di pulau, saya mecoba mandi di sumur bersama 4 orang teman (penasaran bentuk sumurnya😜😜).
Kondisi sumurnya itu loh :
        Sumurnya benar-benar ada di tengah hutan 😫😫
        Yang jadi penerangan cuma sinar bulan kalau malam & sinar matahari kalau siang😫😫 (jadi harus bawa senter)
        Tidak ada sekat alias ngeblong 😵(hahaha).
Kita sampai di sumur sudah ada yang mandi (cowo-cowo), setelah itu warga, baru kita jadi kita ada di antrian ke 3 (kita antri dari jarak beberapa meter & ngadep belakang 😜😜). Selesai mandi magrib jam 18.30an & kita bingung jalan pulang karena gelap, dan semua jalan bentuknya sama (yang paling takut kalau ada orang jahat karena sumur ini berada di bagian pulau yang kosong😫😫). Alhamdullah akhirnya bersama ke 4 teman saya yang semuanya cewe kita nemuin jalan keluar di dekat dermaga. Sumur inipun menambah kenangan yang tak terlupakan di tinabo😉😉). jadi harus datang kesini ya😂😂😂.

Tanggal 24 april 2017, Senin Hari ke-3
Hari ini hari terakhir di tinabo, jadi saya sudah berniat dari kemarin mau kasih makan babyshark. Jadi saya bangun jam 05.00 tapi baru berani keluar pulau jam 05.30. pertama-tama saya ingin liat sunrise cuma butuh 5 menit jalan dari homestay ke bagian belakang homestay. Pemandangannya itu juara banget😂😂😂.



Setelah itu saya ber3 dengan teman saya explore sebagian pulau yang kosong. Informasi yang saya dapat keliling bagian pulau kosong hanya 10 – 15 menit.ternyata benar-benar kosong gak ada apa-apa, dan 15 menit itu baru setengah bagian pulau kosong😵😵. Setelah berjalan + 45 menit kita bertemu teman-teman lainnya (huffttt akhirnya ketemu orang juga😃😄).


     Untuk sampai ke homestay masih butuh waktu 15 – 30 menit. Jadi keliling bagian pulau kosong membutuhkan waktu + 1 jam – 1.5 jam. Setelah itu saya memberi makan babyshark.


   Jam 8 kita ke laut. Ooh ya dari kemarin mas Rahman ngasih kesempatan untuk 10 orang (lebih juga gapapa) untuk belajar diving, jadi ngelanjutin belajar diving dan sebagian snorkelling.

  Setelah selesai kita mampir ke salah satu pulau karena teman saya sudah membawa barang-barang untuk di sumbangkan.ini pertama kali untuk saya travelling sambil donasi, sehingga saya sangat terkejut melihat antusias warga yang luar biasa😃😃, wargapun ramah-ramah sekali & sangat menerima kedatang kami, bahkan kami diberikan es kelapa 🍑😂😂.(sangat menyenangkan melihat orang lain bahagia😍😍).

Selanjutnya kita kesini (seperti di pahawang tapi lebih bagus) :

     
Dan spot terakhir kita di depan pulau tinabo. Setelah itu kita kembali ke homestay. Kali ini saya mandi beli air gallon tapi dapet antrian terakhir jadi baru mandi setelah makan malam romantic ala tinabo 😝😝 trus mandi sekitar jam 19.30 😩😩.
Tanggal 25 april 2017, Senin Hari ke-4  
Sekitar jam 01.30 kita keluar ke tinabo menuju ke pattumbukang & sampai sekitar jam 07.00.

Sampai di bandara selayar sekitar jam 08.00, keberangkatan delay sekitar 45 menit. Kita sampai Makassar sekitar jam 11.30. setelah dari bandara kita jalan-jalan dulu ke Makassar bersama 6 orang teman. Kita jalan-jalan ke Makassar sewa mobil saudaranya kak rahman👴 jadi murah meriah 😜😜hehe (kita patungan seorang Rp.90.000).
Note : kalau kita dari bandara Makassar mau pergi ke Makassar atau kemanapun (intinya keluar bandara Makassar) dari bandaranya harus naik taksi Makassar (gak boleh grab, dkk) setelah keluar dari bandara baru boleh naek grab.
Pertama-tama kita makan makanan khas Makassar pallubasa yang gak ada di Jakarta (setau saya ya)😉😉. (ternyata isinya bisa request mau daging atau jeroan),setelah itu kita makan es buah Felicia yang terkenal juga di Makassar.
Trus ke masjid apung, ke tosari (sebelah-sebelahan) dan Fort Rotterdam. Setelah itu beli oleh-oleh dan check in ke hotel Pod house losari (persis di depan losari).
Note : Makassar lebih panas dari Jakarta.

Tanggal 26 april 2017, Selasa Hari ke-5
Chek out dan pulang ke Jakarta.😁😁

Komentar